(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Konsolidasi Kebijakan Perkebunan Menguat dalam RAKORBUN Kaltim 2025

18 Desember 2025 Afif Berita Daerah 130
Konsolidasi Kebijakan Perkebunan Menguat dalam RAKORBUN Kaltim 2025

SAMARINDA. Dua hari penuh diskusi strategis menjadi panggung penegasan arah pembangunan perkebunan Kalimantan Timur. Melalui Rapat Koordinasi Pembangunan Perkebunan (RAKORBUN) Tahun 2025, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menghadirkan forum komprehensif yang mempertemukan regulator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan, praktik lapangan, serta komitmen keberlanjutan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.

Hari pertama RAKORBUN 2025, Selasa (16/12/2025), diisi dengan Pleno I yang dipandu Kepala Bidang Usaha Disbun Kaltim, Muhammad Arnains. Pada sesi ini, Togu Rudianto Saragih, Ketua Kelompok Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, tampil sebagai narasumber utama dengan paparan bertajuk Kebijakan Nasional Percepatan Realisasi Pelaksanaan Kewajiban bagi Perusahaan Perkebunan terhadap Masyarakat di Sekitar Izin Usaha Perkebunan.

Materi ini menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban sosial dalam kerangka tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, termasuk penguatan hubungan kemitraan dengan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif.

Masih di Pleno I, diskusi berlanjut dengan paparan Nofriansyah, Wakil Sekretaris GAPKI Cabang Kalimantan Timur. Ia menegaskan komitmen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam mendorong percepatan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) bagi pekebun di Kaltim.

Menurutnya, FPKM merupakan instrumen penting untuk memperkuat kesejahteraan pekebun sekaligus memastikan keberlanjutan industri sawit melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.

Pleno II pada hari pertama dipandu oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman. Sesi ini mengangkat isu integrasi sektor perkebunan dan peternakan melalui konsep Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA).

Fahmi Himawan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim memaparkan implementasi serta roadmap SISKA Nusantara sebagai model integrasi ternak-sawit yang berpotensi meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani.

Selanjutnya, Wahyu Darsono, Direktur PT Simbiosis Karya Agroindustri, berbagi pengalaman praktis implementasi SISKA dalam mendukung sawit berkelanjutan dan ketahanan pangan.

Pleno II ditutup dengan pemaparan dari Perusda Sylva Kaltim Sejahtera yang memperkenalkan produk pupuk “ETAM” sebagai inovasi daerah untuk mendukung produktivitas perkebunan.

Memasuki hari kedua, Rabu (17/12/2025), rangkaian pleno dipandu oleh Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Disbun Kaltim, Asmirilda. Narasumber pertama, Muhammad Ikhsan selaku Perencana Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Kerja Pengembangan Kawasan III Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, menyampaikan Sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengembangan Kawasan Pertanian.

Materi ini memberikan pemahaman mendalam terkait kebijakan pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sesi berikutnya menghadirkan Heri Supriyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, yang hadir secara daring melalui Zoom. Ia memaparkan kewenangan penyediaan sarana dan prasarana pertanian dalam nomenklatur urusan pemerintahan provinsi serta kabupaten/kota, sebagai panduan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran lintas level pemerintahan.

Selanjutnya, Dede Wahyu Fahmi M, Perencana Ahli Pertama Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, memandu workshop aplikasi E-Kawasan yang dirancang untuk mendukung perencanaan, monitoring, dan evaluasi pengembangan kawasan pertanian secara digital dan terintegrasi.

Rangkaian kegiatan RAKORBUN 2025 resmi ditutup oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili Sekretaris Disbun Kaltim, Andi Siddik.

Dalam sambutannya, Andi menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta dan narasumber selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

“Semoga apa yang kita lakukan selama dua hari ini benar-benar memberikan manfaat bagi kita semua, memperkuat sinergi, dan menjadi pijakan untuk memajukan perkebunan Kalimantan Timur agar lebih jaya dari sebelumnya,” ujarnya.

Melalui RAKORBUN 2025, Disbun Kaltim berharap terbangun kesamaan persepsi, penguatan kolaborasi, serta langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan perkebunan yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berkeadilan.

Forum ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong transformasi sektor perkebunan sebagai pilar penting perekonomian Kalimantan Timur. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait