(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Dorong Hilirisasi Komoditi Aren, Disbun Kaltim Siapkan Strategi Percepatan dari Hulu ke Hilir

01 Agustus 2025 Afif Berita Daerah 616
Dorong Hilirisasi Komoditi Aren, Disbun Kaltim Siapkan Strategi Percepatan dari Hulu ke Hilir

SAMARINDA. Komoditi aren tak hanya menyimpan potensi ekonomi tinggi, tapi juga menjadi peluang besar dalam agenda hilirisasi perkebunan.

Menyadari hal ini, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menggelar Rapat Percepatan Pelaksanaan Hilirisasi Komoditi Perkebunan (Komoditi Aren) pada Jumat (1/8/2025) di Ruang Rapat Hevea Kantor Disbun Kaltim.

Rapat ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kaltim, Andi Siddik, yang menekankan pentingnya penguatan dari sisi hulu, khususnya perbenihan.

"Untuk menjaga keberlanjutan tanaman aren dan menjamin ketersediaan bahan baku produk hilirnya, petani atau kelompok tani harus mulai membudidayakan tanaman aren dengan benih unggul yang bermutu dan bersertifikat," tegasnya.

Andi menambahkan bahwa syarat utamanya mencakup penetapan Kebun Sumber Benih Aren oleh Kementerian Pertanian, kehadiran Produsen Benih Pembesaran Tanaman Perkebunan, dan ketersediaan benih unggul.

Data Statistik Perkebunan Tahun 2023 mencatat bahwa luas tanaman aren di Kalimantan Timur mencapai 1.132 hektare, dengan produksi sebesar 504,3 ton dan melibatkan 1.690 tenaga kerja.

Sementara itu, di Kabupaten Kutai Barat yang menjadi salah satu sentra, luasannya mencapai 366 hektare dengan produksi 40 ton dan menyerap 652 tenaga kerja. Data ini menjadi dasar penting dalam memetakan arah hilirisasi ke depan.

Hadir dalam rapat tersebut, Rusmadi Wongso bersama rombongan praktisi pertanian. Ia menyoroti pentingnya kepastian produktivitas dalam hilirisasi.

"Kalau bicara industri, kita harus pastikan bahwa tanaman aren mampu memberikan hasil yang konsisten dan berkelanjutan," ujar Rusmadi.

Menurutnya, keberhasilan hilirisasi bergantung pada jaminan kontinuitas produksi dari sektor budidaya.

Di akhir rapat, Andi menyampaikan harapannya agar semua pemangku kepentingan bisa bersinergi menguatkan ekosistem perbenihan dan membangun model hilirisasi yang menjamin nilai tambah maksimal dari komoditi aren lokal. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait