(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Disbun Siapkan Sosialisasi Indikasi Geografis Kopi Perangat Baru

07 Juli 2025 Afif Berita Daerah 787
Disbun Siapkan Sosialisasi Indikasi Geografis Kopi Perangat Baru

SAMARINDA. Langkah besar tengah dipersiapkan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) dalam mendorong pengakuan legal terhadap salah satu komoditas unggulan daerah.

Senin (7/7/2025), Disbun Kaltim menggelar Rapat Persiapan Sosialisasi Indikasi Geografis (IG) Kopi Perangat Baru di Ruang Rapat Hevea Kantor Disbun Kaltim, menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Rapat dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kaltim yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Taufiq Kurrahman yang sekaligus memimpin jalannya rapat.

Dalam sambutannya, Taufiq menegaskan bahwa penetapan IG bukan hanya sebatas label geografis, tetapi simbol kualitas dan identitas daerah.

"Melalui sinergi seluruh pihak, kita ingin memastikan bahwa kopi Perangat tidak hanya diakui secara hukum, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dengan nilai tambah yang tinggi," ujarnya.

Hadir dalam rapat tersebut sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya BRIDA Provinsi Kaltim dan Kutai Kartanegara, Kanwil Kemenkum Kaltim, Dinas Perkebunan Kukar, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Kepala Desa Perangat, PT Pertamina Hulu Kalimantan, serta Kelompok Tani Kopi Luwak Perangat.

Seluruh pihak menyepakati pembagian peran strategis, mulai dari pendampingan sosialisasi, penyusunan dokumen deskripsi IG oleh UMKT, hingga pengusulan SK Bupati MPIG oleh Disbun Kukar.

Kegiatan sosialisasi IG Kopi Perangat Baru sendiri dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2025 di rumah Ketua Kelompok Tani Kopi Luwak Perangat, Desa Perangat Baru.

Taufiq berharap, pasca sosialisasi akan dilakukan audiensi ke Bupati dan Wakil Bupati Kukar agar dukungan pemerintah daerah semakin kuat.

“Kami ingin Kopi Perangat menjadi ikon baru perkebunan Kaltim. Sertifikasi IG adalah langkah awal menuju kemandirian dan kebanggaan petani lokal,” pungkasnya. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait