Disbun Satukan Langkah Bangun Kawasan Perkebunan Rakyat dan Jalan Usaha Tani se-Kaltim
SAMARINDA. Upaya memperkuat arah pembangunan sektor perkebunan di Kalimantan Timur kembali digelorakan. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menggelar Pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Kawasan Perkebunan Rakyat dan Jalan Usaha Tani se-Kalimantan Timur, bertempat di UPTD Balai Pelatihan Penyuluh Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyatukan pandangan dalam mendorong pengembangan kawasan perkebunan rakyat yang produktif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani.
Pertemuan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili Plt Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Asmirilda. Dalam sambutannya, Asmirilda menyampaikan bahwa pembangunan perkebunan di Kalimantan Timur tidak boleh lepas dari prinsip perkebunan berkelanjutan.
“Mungkin tidak asing lagi pembangunan perkebunan di Kaltim, namun yang penting bagaimana kita tetap mengacu pada prinsip keberlanjutan. Melalui pertemuan ini, mari kita kuatkan koordinasi dan sinkronisasi pembangunan kawasan perkebunan dan jalan usaha tani,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asmirilda memaparkan data penting mengenai kondisi terkini sektor perkebunan di Kalimantan Timur. Berdasarkan data statistik tahun 2023, kawasan perkebunan yang telah masuk dalam peruntukan RTRW seluas 3,2 juta hektare, sementara lahan yang sudah tertanami mencapai sekitar 1,6 juta hektare. Dari total tersebut, 1,4 juta hektare atau 90,5 persen didominasi oleh tanaman kelapa sawit.
“Dominasi kelapa sawit memang sangat besar, tetapi kita juga harus mendorong pengembangan lima komoditas unggulan lainnya agar pembangunan perkebunan di Kaltim tidak bertumpu pada satu komoditas saja,” tambahnya.
Asmirilda juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan database pembangunan kawasan perkebunan rakyat dan jalan usaha tani se-Kalimantan Timur yang akurat dan terintegrasi antar daerah.
“Kami berharap peserta dapat berkontribusi penuh untuk mensinkronkan dan mengoordinasikan rencana pembangunan kawasan perkebunan, serta memperkuat sarana prasarana penunjangnya, terutama jalan usaha tani yang menjadi urat nadi distribusi hasil perkebunan rakyat,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Tukimun, Dekan Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Taufiq Kurrahman, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Ruspiansyah, Kepala UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP), serta perwakilan dari Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Paser, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, serta Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sebanyak 49 peserta mengikuti kegiatan ini dan dibagi ke dalam dua kelas diskusi untuk membahas secara lebih mendalam arah kebijakan dan strategi sinkronisasi pembangunan kawasan perkebunan rakyat di masing-masing wilayah.
Melalui forum ini, Disbun Kaltim berharap akan lahir sinergi lintas daerah yang konkret, baik dalam perencanaan, pendataan, maupun pelaksanaan pembangunan jalan usaha tani yang efektif, guna mendukung peningkatan kesejahteraan petani perkebunan di seluruh Kalimantan Timur. (fif/disbun)
SUMBER : SEKREATRIAT