Disbun Perkuat Kapasitas Petani Sawit Melalui Bimtek Perencanaan Bisnis

PASER. Suasana Balai Desa Modang mendadak berubah menjadi ruang belajar intensif bagi para petani sawit ketika Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Bisnis Korporasi Petani Berbasis Kelapa Sawit (MP) pada 18–20 November 2025.
Selama tiga hari, ruang balai desa di Kecamatan Kuaro itu menjadi pusat penguatan kapasitas petani menuju model usaha kelapa sawit yang lebih profesional, modern, dan berbasis korporasi.
Sebanyak 35 peserta, terdiri dari pengurus dan anggota koperasi primer yang tergabung dalam Koperasi Induk Paser Jaya Bersama, mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Bimtek resmi dibuka oleh Plt. Kepala Disbun Kaltim yang diwakili Nur Chamim, Penyuluh Pertanian Ahli Pertama. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, serta PPL dari Kecamatan Long Ikis dan Kuaro.
Dalam sambutannya, Chamim menyampaikan pentingnya kapasitas SDM petani dalam membangun bisnis sawit yang berkelanjutan dan terarah.
“Bimtek ini memberikan bekal bagi petani dalam menyusun dokumen perencanaan bisnis, mempersiapkan koperasi agar mampu tumbuh menjadi entitas ekonomi yang kuat, serta memastikan usaha kelapa sawit dikembangkan dengan manajemen yang baik,” ujar Chamim.
Pada hari pertama, peserta menerima materi Strategi Pemasaran Kelapa Sawit dari Lilik Suryani, Analis Pemasaran Hasil Pertanian Ahli Muda Disbunnak Paser. Sesi berikutnya diisi Fariz Chamim Udien, entrepreneur dan konsultan bisnis Eqiyu Jogjakarta, yang memaparkan Perencanaan Bisnis Kelapa Sawit.
Fariz mengajak peserta membuka pola pikir tentang memulai usaha, memahami lima pilar membangun bisnis, penyusunan business model, langkah membuat proposal bisnis serta surat penawaran, hingga konsep easy business dan tahapan membangun bisnis CPO.
Memasuki hari kedua, peserta mulai praktik menyusun proposal bisnis Koperasi Induk Paser Jaya Bersama, lengkap dengan bahan presentasi dan teknik penyampaian di hadapan investor.
Hari ketiga ditutup dengan simulasi presentasi proposal bisnis yang telah disusun. Dua peserta, Aliyadi dan Sriyono, tampil membawakan proposal mereka di hadapan narasumber.
Fariz menilai keduanya cukup baik, namun tetap menekankan pentingnya perbaikan pada intonasi, gaya bicara, sikap, penguasaan materi, dan interaksi dengan audiens.
Melalui tahapan materi, diskusi, praktik penyusunan dokumen, hingga simulasi presentasi, para peserta dinilai telah mampu membuat proposal bisnis serta memahami teknik penyampaiannya.
Di akhir kegiatan, Chamim menyampaikan harapannya agar kemampuan yang diperoleh selama bimtek dapat menjadi fondasi kuat bagi Koperasi Induk Paser Jaya Bersama dalam mengembangkan usaha sawit berbasis korporasi petani.
Chamim menyampaikan bahwa kemandirian, kapasitas manajerial, dan kemampuan merancang bisnis yang solid merupakan kunci bagi petani untuk bersaing dan menarik investasi.
“Semoga koperasi mampu bergerak lebih maju dan menjadi model korporasi petani yang tangguh di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (fif/disbun)
SUMBER : SEKRETARIAT