Disbun Matangkan RENSTRA 2025–2029, Siap Dorong Perkebunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau

SAMARINDA. Perencanaan bukan sekadar formalitas. Bagi Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim), penyusunan Rencana Strategis (Renstra) menjadi pijakan penting dalam memacu pembangunan sektor perkebunan yang tangguh dan berkelanjutan.
Selasa (29/7/2025), Disbun Kaltim menggelar Rapat Pembahasan Lanjutan Rancangan Renstra Tahun 2025–2029 di Ruang Rapat Hevea, menghadirkan narasumber Nita Yiswa, Tenaga Ahli Perencanaan dan Kebijakan Publik yang menyampaikan materi secara daring.
Rapat diikuti Pejabat Esselon III dan IV serta Pejabat Fungsional Penyetaraan dan Perencanaan di lingkungan Disbun Kaltim. Kegiatan ini menjadi bagian dari orientasi penyusunan Renstra agar dokumen perencanaan lima tahunan tersebut dapat tersusun secara tepat, rasional, realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai tujuan organisasi perangkat daerah.
Penyusunan Renstra menjadi kewajiban seluruh perangkat daerah sebagai pedoman pelaksanaan program selama lima tahun ke depan yang tersusun secara tepat, rasional, realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai tujuan organisasi perangkat daerah, dan Disbun Kaltim menjadikannya sebagai momentum orientasi kebijakan yang konkret.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, menyampaikan bahwa penahapan Renstra 2025–2029 akan difokuskan pada peningkatan produktivitas, pengembangan nilai tambah yang inklusif, serta pemantapan kontribusi sektor perkebunan dalam ekonomi hijau.
“Kami menyiapkan perencanaan yang tidak hanya menyentuh aspek produksi, tapi juga menyasar kesejahteraan pekebun secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih jauh, Taufiq berharap dokumen strategis ini menjadi arah kebijakan yang adaptif dan progresif serta menjadi panduan kerja yang konkret dan berdampak langsung ke lapangan.
“Perkebunan bukan hanya urusan tanam dan panen, tapi pendorong ekonomi hijau yang inklusif. Semoga Renstra ini menjadi panduan untuk menciptakan transformasi nyata bagi pekebun dan sektor perkebunan Kaltim,” ujarnya menutup rapat dengan penuh optimisme. (fif/disbun)
SUMBER : SEKRETARIAT