Disbun Kaltim Fokuskan Sinergi Tim untuk Sukseskan Penilaian Arindama 2025

SAMARINDA. Langkah serius Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) dalam menilai capaian pembangunan sektor perkebunan tahun 2025 diwujudkan melalui Rapat Pembahasan Penilaian Arindama Keberhasilan Pembangunan. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Hevea Kantor Disbun Kaltim, Senin (1/9/2025).
Rapat ini menjadi momentum penting dalam mengukur capaian, efektivitas, sekaligus arah pembangunan perkebunan di Bumi Etam agar lebih terukur dan berkelanjutan.
Rapat dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kaltim, Andi Siddik. Dalam arahannya, Andi menyampaikan bahwa penilaian arindama bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen untuk menilai sejauh mana program pembangunan perkebunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Arindama adalah bentuk evaluasi yang mencerminkan keberhasilan, sekaligus tantangan yang harus segera kita jawab bersama. Kita ingin penilaian ini bukan hanya angka, tetapi menjadi tolok ukur kualitas kinerja pembangunan perkebunan Kaltim,” ujar Andi.
Pemaparan teknis kemudian disampaikan oleh Anna Harlina dari Tim Perencanaan. Anna menjelaskan secara rinci indikator yang digunakan dalam penilaian arindama, mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan program, hingga capaian hasil pembangunan perkebunan.
“Arindama akan mengukur konsistensi kita dalam mencapai target pembangunan, baik dari sisi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, kinerja pembangunan, Upaya pengolahan dan hilirisasi produk perkebunan serta upaya pengelolaan lingkungan dan perlindungan perkebunan. Azas penilaian harus transparansi, akuntabilitas, berkeadilan, independen dan berkelanjutan” ujar Anna.
Andi menyampaikan harapannya agar seluruh jajaran Disbun Kabupaten/Kota bersinergi dalam menyiapkan dokumen dan data yang diperlukan.
Menurutnya, penilaian ini harus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembangunan perkebunan di Kaltim berjalan sesuai arah kebijakan dan memberi manfaat nyata bagi petani serta masyarakat luas.
“Harapan saya, dengan kerja sama yang solid, Kaltim mampu meraih penilaian terbaik dalam arindama tahun ini, sekaligus memperkuat peran perkebunan sebagai sektor strategis penopang ekonomi daerah,” tutup Andi. (fif/disbun)
SUMBER : SEKRETARIAT