Disbun Kaltim Dampingi BRIN dalam Kajian Pengembangan Indikasi Geografis Gula Aren Tuana Tuha

KUTAI KARTANEGARA. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan pendampingan bersama Direktorat Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka pengumpulan data kajian pengembangan produk Indikasi Geografis (IG) unggulan daerah, pada Rabu (15/4/2026) di Desa Tuana Tuha, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Timur serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan melibatkan Kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Gula Aren Tuana Tuha.
Pendampingan ini bertujuan untuk mengumpulkan bahan kajian terkait pengembangan produk IG Gula Aren Tuana Tuha, termasuk memperoleh gambaran kondisi kelembagaan, produksi, pemasaran, serta berbagai kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan arah kebijakan pendampingan dan penguatan produk indikasi geografis di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan wawancara dengan Ketua MPIG serta kunjungan langsung ke rumah produksi dan kebun aren milik anggota, di antaranya milik Bapak Tomy dan Bapak Arlan. Dari hasil pemantauan, diketahui bahwa produksi gula aren rata-rata mencapai sekitar 5 kg per hari per petani, dengan harga jual sekitar Rp32.000 per kilogram. Pemasaran dilakukan melalui pengepul lokal maupun luar daerah, serta mulai berkembang ke pasar modern melalui produk turunan seperti gula semut.
Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain berkurangnya jumlah pengolah gula aren karena sebagian beralih menjadi pekerja di sektor kelapa sawit dan pertambangan. Selain itu, masih diperlukan peningkatan pencatatan produksi, pengawasan mutu, serta penguatan kelembagaan MPIG agar sesuai dengan standar dokumen Indikasi Geografis.
Tim BRIN juga memberikan beberapa masukan, di antaranya pentingnya pencatatan produksi dan pemasaran secara rutin, serta pengawasan kualitas produk agar tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil kajian dapat menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat keberlanjutan serta eksistensi sertifikasi Indikasi Geografis Gula Aren Tuana Tuha, sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.
SUMBER : SEKRETARIAT