(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Disbun Dorong Peningkatan Kelembagaan dan Produktivitas Petani Perkebunan di Kutai Barat

22 Agustus 2025 Afif Berita Daerah 479
Disbun Dorong Peningkatan Kelembagaan dan Produktivitas Petani Perkebunan di Kutai Barat

KUTAI BARAT. Pemberdayaan petani kembali menjadi fokus perhatian Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim). Melalui kegiatan Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani Perkebunan Tahun 2025, Disbun Kaltim menghadirkan kesempatan berharga bagi kelompok tani di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Agustus 2025, ini resmi dibuka oleh Plt. Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Asmirilda, mewakili Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kaltim.

Dalam sambutannya, Asmirilda menegaskan bahwa sektor perkebunan memiliki prospek besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. Namun, tantangan yang dihadapi tidak sedikit, mulai dari perbaikan manajemen kelembagaan, peningkatan produktivitas, hingga pemasaran hasil produksi yang selama ini belum terarah dengan baik.

“Saat ini perkebunan bukan hanya menjadi potensi ekonomi, tetapi juga harapan besar dalam memperkuat kemandirian petani. Oleh karena itu, kelembagaan kelompok tani harus diperkuat, produktivitas ditingkatkan, dan pemasaran hasil panen harus lebih terarah agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujar Asmirilda.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 20 peserta dari Kelompok Tani Komoditi Karet Tuah Abadi 2. Selama kegiatan, para peserta mendapat pendampingan langsung dari dua pengajar, Rudi Aprianto dan Muhammad Jauhari Latif, yang menyampaikan materi terkait peningkatan kapasitas kelembagaan, teknik budidaya yang lebih maju, hingga strategi penyusunan rencana kerja kelompok.

Asmirilda juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan di antara petani dalam mengikuti pelatihan. Menurutnya, proses belajar ini tidak hanya sekadar memahami materi, tetapi juga membangun pola pikir baru, perubahan perilaku, serta menggeser pola tanam tradisional menuju metode yang lebih modern dan berteknologi.

Lebih lanjut, Asmirilda menambahkan bahwa keberhasilan pelatihan tidak bisa diukur secara instan, melainkan melalui proses pendampingan berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya peran petugas di tingkat provinsi, kabupaten, hingga lapangan untuk terus melakukan pengawalan agar hasil pelatihan dapat diterapkan secara bertahap.

“Kami ingin kelompok tani yang hadir di sini mampu menjadi contoh penerapan ilmu yang didapat. Harapannya, kelembagaan yang terbentuk dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota maupun pengurus, sehingga mampu mengangkat taraf hidup petani,” tutup Asmirilda.

Disbun Kaltim optimis bahwa pelatihan tidak hanya sekadar menambah pengetahuan teknis, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian.

Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan produktivitas, serta manajemen usaha perkebunan yang lebih baik, kelompok tani di Kutai Barat diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait