(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Aren Genjah Kutim Jadi Sorotan Nasional, Disbun Kaltim Dampingi Kunjungan Strategis Program Energi Bioetanol

30 Mei 2025 Afif Berita Daerah 754
Aren Genjah Kutim Jadi Sorotan Nasional, Disbun Kaltim Dampingi Kunjungan Strategis Program Energi Bioetanol

KUTAI TIMUR. Di tengah derasnya tantangan ketahanan energi nasional, tanaman aren genjah di Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur, menjadi sorotan. Pada Jumat (30/05/2025), UPTD Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) dan UPTD Produsen Benih Tanaman Perkebunan (PBTP) Dinas Perkebunan Kalimantan Timur mendampingi kunjungan ke Kebun Sumber Benih (KSB) Aren Genjah yang dikelola Kelompok Tani Nyiur Melambai, sembari berdiskusi langsung dengan petani penyadap dan produsen benih aren.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Willie Smits, Penasihat Utama Kementerian Kehutanan RI sekaligus Koordinator Aren Nasional, Isak Yasir dari Kemenhut, serta Benny Soedirman Fitriantono, Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah XIII Kaltim.

Dalam diskusi, Kepala BPHL, Benny Soedirman, memaparkan bahwa aren menjadi tulang punggung pengembangan bioetanol nasional, mendukung agenda ketahanan energi yang diusung Presiden. Targetnya 174.000 hektar untuk tahap awal dengan kebutuhan 147.000 benih, dan 45 perusahaan HTI/HPH sudah masuk dalam daftar pengembang.

Willie Smits yang juga pakar Aren, menilai Kebun Sumber Benih (KSB) Aren Genjah Kutim milik Kelompok Tani Nyiur Melambai memenuhi standar Kebun Sumber Benih Nasional. Aren genjah dianggap unggul karena masa panennya hanya 5–6 tahun, jauh lebih singkat dari jenis Aren lainnya.

“Efisiensi, keamanan panen, dan potensi hasil membuatnya ideal sebagai Sumber Benih Nasional,” ujar Smits.

Sementara itu, Buhairi dan Hendro Wantoro sebagai Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari UPTD PBP menekankan pentingnya sertifikasi mutu benih sebelum beredar dan dilakukan pengawasan peredaran benihnya, sedangkan Suluh Dewanto perwakilan dari UPTD PBTP menyarankan pendampingan intensif dalam proses persemaian dan pembenihan.

Rencana ke depan semakin konkret. APHI Kaltim mengagendakan pertemuan lanjutan minggu ketiga Juni 2025 di Samarinda guna mematangkan strategi percepatan program. Sementara itu, PT ITCIKU melalui divisi riset dan pelatihan SDM akan menggelar pelatihan teknik penyadapan nira aren, membuka peluang peningkatan kapasitas petani lokal.

Meski diskusi teknis penyadapan urung digelar di Balai Desa Kandolo karena perubahan jadwal, semangat kolaborasi tetap membara di tengah kebun sumber benih yang kini menjadi harapan baru bagi ketahanan energi Indonesia. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait