Sekilas Info

  • Sukseskan Keterbukaan Informasi Publik Menuju Kaltim Maju 2018
  • Untuk Berlangganan Informasi Harga TBS Sawit Dapat Mengirimkan SMS ke 08125551001 |
  • Selamat Datang di Situs Web Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur |

Kemiri Sunan Untuk Rehabilitasi Lahan Kritis Artikel Perkebunan

Kemiri sunan merupakan tanaman tahunan yang dapat hidup dan tetap berproduksi hingga berumur puluhan tahun. Disamping itu tanaman ini dikenal sebagai penghasil minyak nabati yang beracun, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati (BBN). Bahan Bakar Nabati (BBN) adalah bahan bakar dari sumber hayati, saat ini beberapa negara maju dan negara berkembang  mulai memproduksi BBN.  Diantaranya : Amerika Serikat yang memanfaatkan lebih 20 persen produksi jagung untuk memproduksi BBN, India memproduksi BBN dari tebu, sementara negara-negara Asia Tenggara memproduksi BBN dari minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Adapun Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) disamping sebagai salah satu tanaman yang potensial sebagai bahan baku biodiesel, juga berfungsi ganda sebagai tanaman konservasi untuk merehabilitasi lahan-lahan kritis (reklamasi) hal itu dikarenakan tanaman ini mampu menahan benturan air hujan yang pada gilirannya dapat mencegah kerusakan tanah akibat erosi. Secara umum tanaman yang berasal dari Filipina ini ini banyak tumbuh di Indonesia dan tersebar di daerah dataran rendah hingga sedang, baik di hutan maupun ditanam disekitar perkotaan. Tanaman Kemiri Sunan memiliki habitus dengan tajuk yang rindang, batang yang kokoh, dengan tinggi mencapai  15-20  m dan sistem perakaran yang  dalam membuatnya menjadi tanaman yang sangat   ideal sebagai tanaman konservasi.

Untuk itu BPTP Balitbangtan Kaltim sebagai salah satu unit kerja Kementerian Pertanian didaerah telah mengembangkan Kemiri Sunan 2 dengan varietas Kermindo 2 (salah satu varietas unggul kemisri sunan yang telah dilepas Kementerian Pertanian No. 1085Kpts/SR.120/10/2014). Kermindo 2 ini dikembangkan di lahan eks tambang dan diumur tanam 3 tahun'an, tanaman ini sudah mulai berbuah lebih cepat dari umur berbuahnya kemiri sunan pada umumnya (lebih kurang di umur 4 tahun tanam).

Kesuksesan tim BPTP Balitbangtan Kaltim dalam mempercepat proses pembungaan dan pembuahan kemiri sunan tak luput dari  proses penerapan inovasi pemangkasan dan penambahan zat pengatur tumbuh. Disamping itu dalam rangka mengoptimalisasi lahan, BPTP Balitbangtan Kaltim membudidayakan tanaman ini secara tumpang sari dengan tanaman jagung. Selain jagung alternatif tanaman yang bisa ditumpang sarikan dengan tanaman ini diantaranya serai wangi, kedelai, wijen, dll. Kedepan tanaman ini akan terus dikembangkan sebagai salah satu usaha BPTP Balitbangtan dalam membantu merehabilitasi lahan-lahan kritis yang ada di Kalimantan Timur.

SUMBER : BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KALIMANTAN TIMUR