Sekilas Info

  • Sukseskan Keterbukaan Informasi Publik Menuju Kaltim Maju 2018
  • Untuk Berlangganan Informasi Harga TBS Sawit Dapat Mengirimkan SMS ke 08125551001 |
  • Selamat Datang di Situs Web Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur |

Disbun Serahkan Alat Pasca Panen Karet Berita Daerah

SAMARINDA. Tahun 2018 ini, Dinas Perkebunan Kaltim menyediakan puluhan peralatan pasca panen yang akan disalurkan dalam bentuk bantuan kepada petani pekebun yang berada di sentra pengembangan komoditas perkebunan karet.

Kepala Dinas Perkebunan, Ujang Rachmad didampingi Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, H. Yus Alwi Rahman, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa peralatan pasca panen karet terdiri dari pisau sadap, mangkok sadap, ring mangkok sadap, talang sadap, bak pembeku, bahan pembeku lateks dan saringan lateks.

"Dinas Perkebunan memperoleh dukungan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) TA 2018 guna memberikan bantuan berupa peralatan pasca panen diperuntukkan bagi lima kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan di Kaltim,” ungkap Ujang, saat ditemui di Samarinda, Jumat (11/05) tadi.

Adapun penerima bantuan peralatan pasca panen karet tersebut, diantaranya adalah kelompok tani Rukun Iku di desa Prangat Baru, kelompok tani Harapan Baru di desa Sambera Baru, kecamatan Marangkayu.

Selanjutnya, kelompok tani Subur Jaya di desa Kota Bangun II, kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kemudian, dua kelompok tani dari kelurahan Bentuas, kecamatan Palaran, Samarinda yaitu kelompok tani Berkat Usaha dan kelompok tani Pada Elo.

Ujang menambahkan, pihaknya juga melaksanakan sosialisasi kepada kelompok tani penerima bantuan tersebut dengan tujuan untuk pemberdayaan dan memacu semangat pekebun agar pengolahan pasca panen karet (lateks) menjadi lebih berkualitas sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor 3 tahun 2008 tentang Pedoman Penngolahan dan Pemasaran Bokar, sehingga diperlukan pembinaan penerapan jaminan mutu di tingkat Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), sehingga bokar yang dihasilkan dan diperdagangkan memenuhi standar yang dipersyaratkan.

"Diharapkan melalui sosialisasi ini, petani mampu meningkatkan kualitas bokar bersih yang memenuhi baku mutu sesuai dengan standard yang berpedoman pada SNI 06-2047 (standard bahan olah karet) dan nilai tambah yang diperoleh turut meningkat sehingga petani karet menjadi sejahtera. Selain itu, agar UPPB di kabupaten/kota segera dibentuk," ujar Ujang.

Melalui sosialisasi ini, peserta diperkenalkan produk baru penggumpal getah karet "SPECTA" yang mempunyai keunggulan bagi petani karet yang menggunakannya, diantaranya adalah mampu meningkatkan mutu bokar, menambah bobot karet, tidak berbau menyengat, harga menjadi lebih baik dan ramah lingkungan. (rey/disbun)

SUMBER : BIDANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL