Sekilas Info

  • Sukseskan Keterbukaan Informasi Publik Menuju Kaltim Maju 2018
  • Untuk Berlangganan Informasi Harga TBS Sawit Dapat Mengirimkan SMS ke 08125551001 |
  • Selamat Datang di Situs Web Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur |

Update Data Website, Investasi Pasti Lancar Berita Daerah

SAMARINDA. Pengembangan kawasan ekonomi khusus  dalam kawasan industri untuk mengolah sumber daya alam (SDA) di beberapa wilayah terus dilakukan. Keberadaannya sangat dibutuhkan sebagai penunjang arah kebijakan pembangunan ekonomi Kaltim untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyebutkan pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy dan kawasan industri lainnya dimaksudkan untuk mengubah kekuatan ekonomi Kaltim agar tidak terus bergantung pada kekuatan sumber daya alam tak terbarukan.

"Ini adalah upaya kita mewujudkan transformasi ekonomi. Ada nilai tambah sebelum produk dikirim ke luar Kaltim. Kita ingin ada basis ekonomi berkelanjutan dengan pengembangan kawasan industri tersebut,"  kata Awang Faroek, Senin (26/2).

Pengembangan kawasan ini lanjut Awang, juga harus didukung dengan data akurat dan aktual. Contoh,  Kaltim telah berhasil menanam sawit mencapai 1,2 juta hektar dengan 78 pabrik yang sudah berdiri. Capaian harus dilaporkan ke pusat dan disiarkan, termasuk memanfaatkan teknologi informasi. Data-data yang tersebut sangat penting untuk diketahui kementerian terkait dan juga investor.

"Untuk itu, data-data di website masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) harus diubah sesuai hasil capaian yang telah dilakukan. Jangan sampai data kita dan data yang dimiliki kementerian berbeda. Misalnya jumlah sawit sudah mencapai 1,2 juta hektar dengan 78 pabrik yang menghasilkan crude palm oil (CPO). Pabrik-pabrik tersebut telah beroperasi dengan kapasitas secara keseluruhan 4.355 ton tandan buah segar (TBS) per jam.  Semua  itu harus dilaporkan," kata Awang Faroek.

Menurut dia, data-data terbaru dari masing-masing OPD  akan menjadikan Kaltim memiliki daya saing tinggi dan keunggulan komparatif, sehingga Kaltim selalu menarik minat investor, meski terjadi perlambatan ekonomi nasional maupun global.

"Oleh karena itu, guna mendukung daya saing dan keunggulan komparatif  Kaltim, diharapkan data-data hasil capaian  program dari setiap OPD harus terus diperbaiki dan diupdate, jangan sampai tidak. Itu sangat berpengaruh terhadap  peluang investasi di Kaltim," tegas Awang Faroek. (mar/sul/humasprov)

SUMBER : SEKRETARIAT PROV. KALTIM