Sekilas Info

  • Sukseskan Keterbukaan Informasi Publik Menuju Kaltim Maju 2018
  • Untuk Berlangganan Informasi Harga TBS Sawit Dapat Mengirimkan SMS ke 08125551001 |
  • Selamat Datang di Situs Web Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur |

Rempah Indonesia Akan Kembali Berjaya Berita Daerah

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan rempah Indonesia kembali berjaya di dunia. Program tersebut mulai difokuskan tahun ini.

Kementan optimis, itu akan tercapai setelah melihat peningkatan produksi dan ekspor, serta turunnya impor komoditas lada. Devisa yang dihasilkan dari ekspor lada pada tahun 2016 mencapai USD 431,14 juta.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Suwandi mengungkapkan, produksi lada 2016 mencapai 82,17 ribu ton.  Besarnya produksi ini naik 0,82 persen dari produksi 2015 yang hanya mencapai 81,50 ribu ton.

Sementara itu, produksi lada pada tahun 2017, diperkirakan meningkat 0,97 persen, yakni 82,96 ribu ton dari 2016. Dari besarnya produksi tersebut pada 2016 total ekspor lada Indonesia 53,10 ribu ton.

“Ekspor lada pada Januari hingga Agustus 2017 mencapai 27,46 ribu ton atau naik 16,57 persen dibanding pada periode yang sama di 2016 yang hanya 23,56 ribu ton,” ujar Suwandi di Jakarta (25/09) kemarin.

Pejabat yang merangkap sebagai Plt Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan itu menegaskan, sesuai kebijakan pengendalian impor dan mendorong ekspor, hasil sudah terlihat dari meningkatnya volume ekspor diikuti dengan menurunnya volume impor.

Impor lada pada periode Januari sd Agustus 2017 hanya 690 ton. Sedangkan impor lada pada periode yang sama 2016 sangat tinggi, yakni 2.663 ton.

“Artinya, volume impor lada menurun signifikan yaitu 74 persen. Ini membuktikan bahwa lada Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan dan bisa berjaya lagi, seperti 500 tahun lalu,” sebutnya.

Suwandi menyebutkan, ada lima provinsi penghasil komoditas lada tersebut yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung merupakan penghasil utama lada dengan kontribusinya terhadap produksi nasional sebesar 58,32 persen.

“Sementara Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan kontribusinya terhadap produksi nasional sebesar 41,68 persen persen,” sebut dia.

Adapun potensi pasar ekspor lada Indonesia keluar negeri cukup besar. Pasalnya terhadap negara – negara yang volume impornya sangat tinggi. Misalnya, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, India, Thailand, Spanyol dan Jepang (jpnn/kri/k8)

SUMBER : KALTIM POST, SELASA, 26 SEPTEMBER 2017